Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan PKH Kecamatan Pungging

Hari ini baru saja dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan PKH di Kecamatan Pungging. Tim Monev yang terdiri atas perwakilan Bappeda (ibu Nurul, ibu Endah), Dinas Kesehatan (bapak Agus), Dinas Pendidikan (Nur Rakhmat dan bu Melok) dan  Dinas Sosial (bapak Edi dan Joko Supangkat) yang didampingi pendamping PKH Pungging mendatangi dua sampel fasilitas pendukung PKH yaitu SMPN II Pungging, dan Puskesmas Watukenongo.

Di SMPN II Pungging tim Monev disambut baik oleh ibu kepala sekolah, Suparni M.Pd. Perbincangan berlangsung dengan hangat dan terbuka. Masing-masih pihak mengungkapkan segala temuan yang terlihat pada pelaksanaan PKH, dari mulai masalah absensi siswa, peningkatan kemampuan siswa miskin dalam memenuhi kewajiban (finansial) sekolah, sampai saran dan solusi yang perlu dtindaklanjuti bersama.

Perjalanan dilanjutkan ke desa Watukenongo untuk menuju puskesmas. Jalan yang dilalui sedikit di luar prediksi karena baru diuruk pasir batu yang belum diratakan sehingga sedikit mengurangi kelancaran perjalanan, namun Alhamdulillah rombongan tim sampai dengan selamat sampai tujuan.
Di puskesmas Watukenongo, tim ditemui oleh kepala puskesmas, ibu Ambar dan koordinator bidan desa, ibu Min (demikian kami memanggil beliau)


Temuan yang diperoleh dari peninjauan di puskesmas, bahwa ternyata data absensi pemeriksaan keseharan oleh peserta PKH, dikerjakan pada satuan instansi kesehatan yang lebih kecil, yaitu langsung pada bidan desa, dikirim langsung ke rumah bidan, sehingga, puskesmas tidak pernah menangani. Namun, pihak puskesmas memang sudah mengetahui bahwa itu sudah prosedurnya. Pendamping juga tetap melaksanakan tugasnya untuk mendampingi peserta PKH yang membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan, misalnya baru-baru ini, membantu mengusahakan peserta PKH untuk mengakses Jamkesmas untuk pengobatan bayinya yang sakit.

Secara umum, pelaksanaan PKH di kecamatan Pungging terbilang cukup baik, didukung oleh penyedia layanan pendidikan dan kesehatan yang baik dan mendukung penuh pelaksanaan program ini.
Proses Monev ini diakhiri pukul 11.00 dengan beberapa saran tindak lanjut yang akan dikerjakan bersama-sama.

Berikut ini sedikit dokumentasi pelaksanaan Monev di kecamatan Pungging.

 

Read More......

APSi Gelar Takjil Gratis

Agustus tanpa posting hehe. Sebenarnya banyak sekali kegiatan selama Agustus, tapi admin lagi jarang online karena kesibukan dunia nyata.

Nah, ini adalah kegiatan terbaru kami, APSi, Asosiasi Pekerja Sosial Mojopahit yang terbentuk bulan Agustus lalu oleh para Pekerja Sosial Pendamping dan Operator (nanti saya ceritakan bagaimana prosesnya pembentukannya) menggelar aksi bagi-bagi takjil gratis di jalan depan Kantor Dinas Sosial.

Direncanakan dalam aksi ini, sekitar 2000 paket takjil dibagikan secara serentak mulai pukul 16.30WIB sampai habis paket. Dana yang digunakan murni swadaya anggota APSi, "itung-itung amal", kata teman-teman

Nah, ini adalah dokumentasi ketika rapat pembahasan materi kegiatan gelar takjil, tanggal 31 Agustus 2009. Rapat dipimpin oleh Fajar Hariono (kaos merah)




Dalam rapat ini diputuskan banyak hal teknis sebagai persiapan gelar takjil gratis. Salah satu keputusannya adalah hidangan takjil yang nantinya akan berupa kolak kacang hijau plus ketela. Kurma dan pisang sebagai pelengkap.

Nah, ini dokumentasi pada hari-H, 5 September 2009






Read More......

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1430H


Sebelumnya admin Blog PKH Mojokerto Mohon maaf jika dalam sebulan ini, blog sangat jarang di-update, terkait dengan kegiatan alam nyata yang cukup menyita waktu, sehingga lupa update blog.

Dengan ini kami, para Pekerja Sosial Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan Kabupaten Mojokerto mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1430H/2009M.
Semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah SWT...

Read More......


Karena udah tanggal 12 Juli lebih, masih saja belum mendapat imel konfirmasi dari panitia Kompetisi blog mojokerto 2009, tak kira blog yang kubikin uda tersisih jauh2 hari :-( Tapi pas aku (iseng) tadi malam cek ke situs blogger Mojokerto, eh, masih masuk daftar hehe.

Memang sih, postingku banyak yang tidak orisinal, sekedar kopi paste dari beberapa harian besar seperti jawapos dan lain-lain. Waktu mendaftar aku cuma berpikir kalo konsep blog inilah yang orisinal, bukan postingnya, secara blog ini banyak kopi pastenya. Konsep dasarnya adalah membahas mojokerto dari sisi yang betul kuketahui secara pasti.

Kalau membahas masalah Candi Tikus, Kolam segaran, Onde-onde, aku sih kurang paham, bukan karena aku sok sibuk dan ga sempat jalan-jalan, hanya karena aku memang orangnya kuper, yang bahkan tempat jajan yang lengkap di Mojokerto aja gak tau.

Temen deketku yang dari Kediri kan ngekos di Mojokerto, kebetulan rekan kerja juga malah pernah nyeletuk gini, "Walah, wong Mojokerto gak ngerti Mojokerto", hanya karena aku tidak tahu tempat jajanan di Mojokerto hihihi...
Candi-candi juga cuma pernah numpang lewat aja, ga pernah mampir, lewat pun karena urusan kerja (parah deh)
Yah, secara geografis rumahku lebih deket ke Sidoarjo sih. Rumahku di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, yang sepanjang jalan protokol Krian-Mojosari, adalah desa yang merupakan perbatasan dengan Sidoarjo, 20Km dari Kabupaten.

Blog ini adalah blog yang kudedikasikan untuk para Pekerja Sosial Pendamping Program Keluarga Harapan Kabupaten Mojokerto yang aku juga turut di dalamnya. Yah, walaupun kadang (sangat) tidak update, isinya akan aku usahakan tetap fokus ke masalah PKH Mojokerto, sebuah sudut pandang lain dari Mojokerto.

Read More......

Dinas Sosial Dalam Pameran Hari Jadi Mojokerto ke-716

Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-716, diselenggarakan pameran hasil kerajinan dan produk2 unggulan dari seluruh mojokerto, termasuk kecamatan, UPT dan dinas, di Pusat Perkulakan Sepatu dan Tas (PPST), Trowulan, Mojokerto.

Berikut ini reportase dalam gambar stan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto





Berikut ini adalah hasil kerajinan karang taruna yang dibina oleh Dinas Sosial

Asbak Perunggu

Kaligrafi dari tetesan Kuningan dan perunggu (wow!)

Hiasan dinding dan pengganjal pintu

Tas tangan manik2

Kalung manik2 kaca dan gantungan hiasan mobil

Piala juara karang taruna tingkat provinsi dipajang juga loh

Kemarin adalah hari terakhir pameran ini sejak dibuka mulai awal Mei.

Read More......

Ratusan Wesel PKH Ganda di Puri

Ratusan Wesel PKH Ganda

Suasana Pencairan PKH Puri

MOJOKERTO ­- Proses pencairan program keluarga harapan (PKH) tahap pertama tahun 2009 di Kabupaten Mojokerto diwarnai dengan temuan ratusan wesel ganda di dua desa di Kecamatan Puri. Wesel yang kiranya digunakan sebagai bukti pembayaran PKH tersebut ditemukan di Desa Kenanten sebanyak 59 dan Desa Tambak Agung sebanyak 50 buah. Diduga wesel yang dilengkapi nomor barcode (seri) Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) tersebut akibat kesalahan cetak oleh PT Pos Cabang Mojokerto.

Untuk menghindari penyalahgunaan wesel ganda, petugas pendamping PKH Kecamatan Puri mengamankan 108 wesel tersebut agar tidak dicairkan. ''Kami menemukan wesel ganda itu H-3 sebelum pencairan di kecamatan Puri saat melakukan pengecekan," ujar Khoirul Muhtadin pendamping PKH Kecamatan Puri.

Menurutnya kesalahan dobel cetak itu sejauh ini baru ditemukan kali pertama di Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, selama beberapa kali pencairan belum pernah terjadi hal yang sama. ''Kami tidak tahu kenapa sampai ada dobel wesel begitu banyak. Tapi memang untuk tahun ini pencetak wesel diserahkan pada PT Pos di masing-masing daerah," jelasnya.

Dari ratusan wesel yang diamankan, Khoirul menyatakan, tidak ada perbedaan sedikit pun dengan bentul wesel yang akan dibagikan pada RTSM saat pencairan di Kantor Kecamatan Puri.

Semisal penerima dengan nama Astutik, warga Desa Kenanten RW 01 Kecamatan Puri, dengan jumlah bantuan yang diterima Rp 467.000, terdapat dua nama. Termasuk, nomor barcode, nomor res dan nomor RS. Serta untuk ratusan penerima yang lain dengan jumlah bantuan antara Rp 200 ribu hingga Rp 733 ribu per RTSM. ''Mengenai nomor barcode semuanya sama tidak ada perbedaan apa pun," urainya.

Meski begitu sebelum temuan tersebut disampaikan pada PT Pos Cabang Mojokerto, Pendamping rencananya baru akan mengembalikan setelah berlangsung pencairan bagi 905 penerima PKH di Kecamatan Puri.

Dengan menggunakan wesel pembayaran PKH sesuai jatah semestinya. ''Secara lisan kita sudah laporkan. Tapi baru akan kita kembali setelah semua RTSM mengambil bantuan. Dan itu harus disertai berita acara pengembalian wesel ganda," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Yudha Hadi mengungkapkan, adanya temuan wesel ganda tersebut diduga dalam melakukan pencetakan PT Pos Cabang Mojokerto kurang teliti.

Diantaranya mengecek nomor barcode dan penerima wesel yang dicetak. Sehingga jika tidak segera diamankan maka potensi penggunaan wesel kembali dimungkinkan terulang. ''Kami tidak ingin terjadi seperti itu, karena sudah jelas akan menciptakan masalah baru," katanya.

Karena itu agar tidak terulang kembali, dia berharap dalam pencairan tahap ke 2 nanti PT Pos Cabang Mojokerto lebih teliti dalam hal cetak dan pendataan. Atau jika perlu segera merubah pola pendistribusian wesel PKH dari melalui perangkat desa menggunakan metode pengiriman via pos pada masing-masing RTSM.

''Dan yang paling penting sebelum mengeluarkan wesel koordinasikan dulu dengan para pendamping PKH di masing-masing kecamatan. karena kalau terjadi kekeliruan seperti wesel ganda dan nomor barcode sama bisa diteliti," paparnya.

Sementara itu, terkait temuan tersebut sejauh ini Kepala PT Pos Cabang Mojokerto belum memberikan keterangan apapun. Sebab saat ketika dikonfirmasi ponselnya tidak aktif.

Sekadar diketahui pencairan PKH sendiri pada Minggu (26/4) kemarin dilakukan untuk 7 kecamatan secara bersamaan. Selain Kecamatan Puri, Dlanggu sebanyak 1.608, Sooko 1.008, Trowulan 1.585, Gedeg 986, Dawarblandong 1.536, dan Jatirejo sebanyak 1.471 RTSM. (ris/yr)

Read More......

Diklat Pendamping PKH 2008

Karena sudah terlalu lama album slide show Diklat PKH 2008 bertengger di kolom sebelah, sekarang waktunya untuk berpindah ke kolom posting saja. Diklat PKH 2008 ini diadakan di Balai Pelatihan dan Manajemen Kesejahteraan Sosial Malang, 31 Agustus - 6 September 2008.

Read More......

Pencairan BLT Kec. Pungging 2009

Mbak Dina Berkoordinasi dengan Satpol PP

Penerima BLT Sudah Antre Pagi2

RRHakim Memberitahu Jadwal Desa kepada Penerima BLT

Pak Mashuri (POS) Berinteraksi dengan Penerima BLT


Penerima BLT yang Datang Terlalu Pagi Terpaksa Menunggu

Loket Mulai Dibuka

Jadwal Pencairan BLT tahap Pertama tahun 2009 di kabupaten Mojokerto adalah terakhir hari ini, 29 April 2009. Pencairan pada hari ini dilaksanakan untuk kecamatan Pungging dan Ngoro. Penulis kebetulan adalah Pendamping PKH Kec. Pungging, jadi turut membantu kelancaran pencairan BLT kecamatan Pungging

Pukul 07.00, petugas POS sudah datang di pendopo kecamatan Pungging. Tidak seperti pencairan BLT tahun 2008, pengaturan pencairan terlihat jauh lebih tertata. Ada tiga loket yang akan melayani 3742 penerima bantuan secara simultan sehingga akan mempercepat proses pencairan.

Uang tunai datang dengan dikawal Polisi sekitar pukul 07.30. Sedikit persiapan sana sini, pukul 08.00 tepat penerima bantuan langsung tunai dapat mulai mencairkan wesel yang telah mereka terima.
Wesel? ya, Kartu BLT yang dulu terlihat mewah dan untuk lebih dari satu kali pengambilan untuk tahun ini berubah menjadi wesel. Berupa kertas putih dengan data2 penerima tercantum di atasnya. Wesel ini pun tak ubahnya seperti wesel biasa yang hanya berlaku untuk satu kali pencairan bantuan saja. Lebih aman menurut saya, karena akan mengurangi hilangnya kartu (jika ada lebih dari satu bagian yang disobek sebagai tanda terima)

Kami, Pendamping PKH, berinisiatif membantu kelancaran Pencairan BLT di kecamatan Pungging ini. Kami membantu para penerima BLT untuk mengantre di loket yang sesuai dengan desa asal mereka. Sebagian besar penerima tidak tahu adanya sistem penjadwalan berdasarkan desa ini. Jadi mereka yang dari desa Ngrame misalnya, walaupun datang pagi2, tetap akan dilayani siang sesudah desa2 yang tercantum dalam jadwal.

Berikut ada adalah pembagian loket untuk 19 desa di Kecamatan Pungging.
Loket 1 : Tunggalpager, Lebaksono, Sekargadung, Tempuran, Watukenongo, Ngrame
Loket 2 : Jabontegal, Balongmasin, Purworejo, Kedungmungal, Curahmojo, Jatilangkung, Mojorejo
Loket 3 : Pungging, Kembangringgit, Banjartanggul, Kalipuro, Bangun, Randuharjo

Pembayaran dijadwalkan sampai pukul 13.00, namun pada pukul 12.00 pendopo kecamatan sudah terlihat sepi karena memang pencairan kali ini relatif lebih cepat daripada pencairan sebelumnya.

Read More......

Bertahap, BLT-PKH Cair


Surabaya Post, Selasa, 21 April 2009 | 10:57 WIB
MOJOKERTO – Sedikitnya 10 ribu warga miskin (gakin) tersebar empat kecamatan di Kab.Mojokerto, Selasa (21/4) pagi tadi, menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bersamaan itu juga dicairkan bantuan dana program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk proram BLT dicairkan untuk gakin di Kec. Jetis, dan Kec. Dawarblandog. Sedangkan bantuan program PKH diperuntukkan warga Kec. Pungging, dan Kec. Ngoro.

Kepala Kantor Dinas Kesejahteraan dan Sosial (Kessos) Pemkab Mojokerto, Yudha Hadi didampingi Kahumas Pemkab Mojokerto, Hj Alfiah Ernawati S.sos MM, mengatakan, pada tahun ini pencairan dana BLT dan PKH dilakukan secara bergilir. “Hari ini pencairan BLT dilakukan di Kec. Jetis dan Kec. Dawarblandog. Jumlah penerima BLT di Kec. Jetis, sebanyak 4.100 Gakin atau rumah tangga miskin (RTM), dan di Kec. Dawarblandong, sebanyak 4.621 RTM,” katanya, Selasa (21/4) pagi tadi.

Sedangkan untuk program PKH dicair kepada 1.028 RTM di Kec. Pungging, dan di Kec. Ngoro, sebanyak 1.220 RTM. Dalam pencairan dana bantuan ini tidak ada pemotongan. ”Jika ada pemotogan, laporkan ke Pemkab,” tegas Yudha.

Sementara itu, Sulastri (34) warga Pucuk Dawarblandong mengaku berangkat dari rumah sejak pukul 05.30 agar bisa antre terdepan menerima bantuan BLT. “Eh, tak tahunya di sini sudah banyak yang antre. Padahal petugas mulai membuka loket pencairan mulai pukul 07.00,” ujarnya. “Alhamdulillah, saya dapat urutan ke 40. Kalau siang jelas antreannya semakin panjang,” tambah Sulastri.

Sedangkan, Ruslan (45) warga Sawo Kec. Jetis Kab. Mojokerto, merasa lega dengan cairnya dana BLT. Karena cairnya dana BLT sebesar Rp 300 ribu bisa untuk meringankan beban kebutuhan keluarganya. bas

Read More......

5 Menteri Temui 2.700 Pendamping Orang Miskin

Senin, 23/03/2009 15:32 WIB

5 Menteri Temui 2.700 Pendamping Orang Miskin
Andi Saputra - detiksport

Jakarta - 5 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu bertemu dengan 2.700 perwakilan Pekerja Sosial Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH) dari 80 kabupaten di 15 provinsi.

Mereka adalah Menteri Kordinator Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

Pertemuan digelar di Hall D, PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/03/2009).

Ketua Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan, Akifah Elansary, mengatakan Program Keluarga Harapan diharapkan dapat menutup kemungkinan terjadinya overlapping antar lembaga. Karena melibatkan beberapa departemen yaitu Kementerian Kesejahteraan Sosial, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Diharapkan PKH yang diluncurkan pemerintah pada 2007 lalu ini dapat menjadi instrumen pemberantasan kemiskinan baru yang terintegrasi dan terpadu," kata Akifah.

Dijelaskan dia, PKH merupakan skema penanganan kemiskinan jangka panjang sebagai kelanjutan dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun berbeda dengan BLT, PKH menerapkan Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) atau conditional cash transfer kepada rumah tangga yang memenuhi kualifikasi tertentu.

"Untuk tahap awal PKH telah diberikan kepada 500.000 rumah tangga yang sangat miskin (RTSM) di tujuh provinsi," ujarnya.

Ketujuh provinsi itu adalah Gorontalo, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur .

Pada tahun 2008, penerima PKH meningkat menjadi 700 ribu RTSM dari tambahan enam provinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.

"Anggaran yang dikeluarkan untuk PKH pada tahun 2008 berasal dari APBN dengan jumlah dana Rp 1,1 triliun," kata dia.

Lebih lanjut, Akifah menjelaskan kualifikasi yang menjadi target PKH adalah rumah tangga miskin kronis, rentan terhadap goncangan, transitory poverty.

"PKH juga diharapkan dapat meningkatkan human capital Pendidikan, kesehatan, nutrisi dengan tujuan mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas manusia, pengurangan angka kematian bayi dan peningkatan kesehatan ibu hamil serta mengurangi pekerja anak," papar dia.

( asp / aan )

Read More......

Program PKH Diyakini Bisa Sejahterakan Rakyat

Program PKH Diyakini Bisa Sejahterakan Rakyat
Selasa, 24 Maret 2009, 21:11:47 WIB
Laporan: M Hendry Ginting

Jakarta, RMonline. Program Keluarga Harapan (PKH), yang diluncurkan pemerintah pada 2007 lalu, diharapkan menjadi sarana pemberantasan kemiskinan baru yang terintegrasi dan terpadu.

Selain itu, diharapkan dengan program tersebut peningkatan pendidikan dan kesehatan dan gizi masyarakat miskin akan dapat terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mensos Bachtiar Chamsyah, dalam Rakor Pekerja Sosial Pendamping PKH, Senin (23/3), di Hall D PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Mensos menjelaskan dalam prakteknya PKH adalah kelanjutan dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hanya perbedaannya PKH menerapkan Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) kepada rumah tangga yang memenuhi kualitas tertentu.

Program ini sendiri, pada tahap awal dilaksanakan di tujuh propinsi melibatkan 500 ribu Rumah Tangga yang Sangat Miskin (RTSM). Tujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo, Sumbar, DKI, Jabar, Jatim, Sulut dan NTT.

Di tahun berikutnya ditambah enam propinsi lagi yaitu NAD, Sumut, Yogyakarta, Banten, NTB dan Kalsel.

Dia menjelaskan sampai saat ini program PKH sudah dilaksanakan di 72 kabupaten di 13 propinsi dengan penerima 700 ribu RTSM. Anggaran dari APBN sebesar Rp 1 triliun akan meningkat hingga Rp 1,5 triliun pada tahun 2009.

PKH pun diharapkan dapat meningkatkan pendidikan, kesehatan dan nutrisi masyarakat. Lembaga negara yang terlibat dalam PKH ini adalah Kementrian Kesejahteraan Sosial, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, Bappenas, dan Badan Pusat Statistik.

"Untuk menyukseskan program ini diperlukan kerja keras, program yang bagus, pelaksana yang baik dan anggaran yang memadai. Tanpa itu semua, program apapun tidak akan menuai hasil yang memuaskan," ujar Mensos dalam acara konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menkokesra Aburizal Bakrie, serta para pejabat terkait lainnya.

Sementara itu, di tengah terpaan krisis ekonomi global yang melanda dunia, dimana salah satu dampaknya adalah meningkatnya angka pengangguran, kehadiran PKH ini juga diharapkan akan menjadi salah satu jawaban.

Pasalnya, program tersebut tidak hanya mengatasi kemiskinan saja melainkan membuka puluhan lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja produktif. [dry]

Read More......

Dokumentasi Rakornas 2009

Mohon maaf belum sempat untuk menuliskan laporan perjalanan dalam beberapa hari ini, baru dokumentasi fotonya yang bisa dinikmati bersama.

Read More......

Logo Depsos yang Baru Pada Blog Ini

Akhirnya dengan sedikit susah payah, header blog ini berhasil juga untuk diganti dengan logo baru depsos, walaupun mengorbankan Tag Header supaya logonya kelihatan.
Ini dia header barunya.


Ini header yang lama



Kenapa sih suka Header yang rame dan rimbun? yah, berasa sejuk aja kalau melihat taman bunga.

Read More......

Komentar Terbaru